Oleh : Mulyanah
Ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang digunakan dalam proses pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam sebagai pedoman umat manusia khususnya umat Islam. Pendidikan adalah segala upaya, latihan dan sebagainya untuk menumbuh kembangkan segala potensi yang ada dalam dirimanusia baik secara mental, moral dan fisik untuk menghasilkan manusia yang dewasa dan bertanggung jawab sebagai makhluk yang berbudi luhur.
Sedangkan pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang berlandaskan ajaran Islam yang mencangkup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan manusia sebagai hamba Alloh sebagaimana Islam sebagai pedomankehidupan dunia dan akhirat. Sejalan dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhanmanusia yang semakin bertambah dan luas, maka pendidikan Islam bersifat terbuka danakomodatif terhadap tuntutan zaman sesuai norma-norma Islam.
1 Substansi Pendidikan Agama Islam
Substansi berasal dari kata bahasa inggris substance yang bermakna zat. Chemical s. zat kimia 2. Isi pokok (of a paper) 3.hakekat 4.bahan (ehols & shadily, 2003:565) dalam bahasa arab disebut dengan hakekat. mempelajari hakekat berarti mencari inti sesuatu. Bukan yang membungkusnya (hiasan) atau gaya, bukan pula cara atau apapun yang menjadi media terhadap, substansi atau hakekat tersebut.
Sedangkan pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang berlandaskan ajaran Islam yang mencangkup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan manusia sebagai hamba Alloh sebagaimana Islam sebagai pedomankehidupan dunia dan akhirat. Sejalan dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhanmanusia yang semakin bertambah dan luas, maka pendidikan Islam bersifat terbuka danakomodatif terhadap tuntutan zaman sesuai norma-norma Islam.
1 Substansi Pendidikan Agama Islam
Substansi berasal dari kata bahasa inggris substance yang bermakna zat. Chemical s. zat kimia 2. Isi pokok (of a paper) 3.hakekat 4.bahan (ehols & shadily, 2003:565) dalam bahasa arab disebut dengan hakekat. mempelajari hakekat berarti mencari inti sesuatu. Bukan yang membungkusnya (hiasan) atau gaya, bukan pula cara atau apapun yang menjadi media terhadap, substansi atau hakekat tersebut.
Biasanya manusia mencari hakekat diri sendiri sebagai media untuk mencari hakekat hidup dan berakhir mencari hakekat Tuhan. Namun kemudian pencarian hakekat tersebut berkembang, termasuk dalam bidang pendidikan, agar diketahui eksistensi, fungsi tujuan dan berbagai komponen pendidikan islam maka harus diketahui substansi pendidikannya.
Dalam hal ini substansi pendidikan secara umum sebagaimana orang yunani tempo dulu, mereka memahami bahwa pendidikan itu ialah pertolongan kepada manusia, agar ia menjadi manusia. Tetapi apabila substansi ini dikaitkan dalam pendidikan islam atau islami maka dapat dipahami bahwa pendidikan itu penurunan sifat-sifat Allah. Kepada manusia. Sehingga manusia mempunyai sifat-sifat tersebut yang akhirnya mengantarkan manusia menjadi manusia yang shalih.
Ini sesuai dengan perintah berakhlak dengan akhlak Allah. Tentunya manusia tidak dapat mengimplementasikan akhlak Allah apabila ia tidak mengetahui akhlak-Nya yang berupa sifat-sifatnya sebagaimana yang tertuang dalam ‘asma al-husna. Oleh karena itu untuk mengejar substansi pendidikan islam maka harus dicari pula substansi dari sifat-sifat Allah. Yang apabila diimplementasikan oleh manusia maka ia memperoleh kesuksesan (al-khairat).
Kesuksesan manusia tergantung kepada amal, dan amal tergantung kepada ilmu dan ilmu tergantung kepada pendidikan. Dan pendidikan merupakan proses baik yang bersifat formasi knowledge, pelatihan, pembiasaan pembentukan sikap dan sebagainya.
Selain itu tujuan pendidikan islam tidak hanya untuk mencerdaskan manusia dalam aspek aqliyah saja, lebih dari itu, pendidikan islam berorientasi menuju tujuan hakikih yaitu keridhaan Allah. Jadi antara substansi dan tujuan mempunyai hubungan yang erat, karena konsep-konsep pendidikan selanjutnya yang berbentuk kebijakan mulai dari falsafah Negara kemudian turun ke undang-undang dasar, kemudian turun ke undang-undang kemudian turun ke Kepres, lalu menjadi permen, dan seterusnya sampai menjadi juknis atau juklak atau kurukulum dalam bentuk program di sekolah yang lebih mikro semuanya kembali kepada paradigman dan substansi dan tujuan pendidikan yang digunakan.
2 Pentingnya Teorisasi Pendidikan Islam
Teorisasi dalam pendidikan Islam sangat diperlukan, karena untuk memperoleh suatu keberhasilan dalam proses pendidikan Islam, diperlukan adanya ilmu pengetahuan tentang pendidikan Islam baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Ada beberapa alasan mengapa teori itu penting dalam ilmu pendidikan, diantaranya adalah:
a. Pendidikan Islam yang bersumber dari nilai-nilai ajaran Islam harus bisa menanamkan atau membentuk sikap hidup yang dijiwai nilai-nilai tersebut, juga mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan sejalan dengan nilai-nilai Islam yang melandasi, merupakan proses ikhtiariah yang secara pedagogis mampu megembangkan hidup anak kearah kedewasaan atau kematangan yang menguntungkan dirinya. Oleh karena itu, usaha ikhtiariah tersebut tidak dapat dilakukan berdasarkan trial and error( coba-coba ) atau atas dasar keinginan dan kemauan pendidik tanpa dilandasi dengan teori-teori kependidikan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pedagogis.
b. Islam sebagai agama wahyu yang diturunkan oleh Allah dengan tujuan untuk menyejahterakan dan membahagiakan hidup dan kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat, baru dapat mempunyai arti fungsional dan aktual dalam diri manusia bilaman dikembangkan melalui proses kependidikan yang sistematis. Oleh karena itu, teori-teori pendidikan Islam yang disususn secara sistematis merupakan kompas bagi proses tersebut.
Oleh karena itu, dari segi teoritis pendidikan Islam berarti konsep berfikir yang bersifat mendalam dan terperinci tentang masalah kependidikan yang bersumberkan ajaran Islam mulai dari rumusan-rumusan konsep dasar, pola sistem, tujuan, metode, dan materi kependidikan Islam yang disusun menjadi siatu ilmu yang bulat.
2 Pentingnya Teorisasi Pendidikan Islam
Teorisasi dalam pendidikan Islam sangat diperlukan, karena untuk memperoleh suatu keberhasilan dalam proses pendidikan Islam, diperlukan adanya ilmu pengetahuan tentang pendidikan Islam baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Ada beberapa alasan mengapa teori itu penting dalam ilmu pendidikan, diantaranya adalah:
a. Pendidikan Islam yang bersumber dari nilai-nilai ajaran Islam harus bisa menanamkan atau membentuk sikap hidup yang dijiwai nilai-nilai tersebut, juga mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan sejalan dengan nilai-nilai Islam yang melandasi, merupakan proses ikhtiariah yang secara pedagogis mampu megembangkan hidup anak kearah kedewasaan atau kematangan yang menguntungkan dirinya. Oleh karena itu, usaha ikhtiariah tersebut tidak dapat dilakukan berdasarkan trial and error( coba-coba ) atau atas dasar keinginan dan kemauan pendidik tanpa dilandasi dengan teori-teori kependidikan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pedagogis.
b. Islam sebagai agama wahyu yang diturunkan oleh Allah dengan tujuan untuk menyejahterakan dan membahagiakan hidup dan kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat, baru dapat mempunyai arti fungsional dan aktual dalam diri manusia bilaman dikembangkan melalui proses kependidikan yang sistematis. Oleh karena itu, teori-teori pendidikan Islam yang disususn secara sistematis merupakan kompas bagi proses tersebut.
Oleh karena itu, dari segi teoritis pendidikan Islam berarti konsep berfikir yang bersifat mendalam dan terperinci tentang masalah kependidikan yang bersumberkan ajaran Islam mulai dari rumusan-rumusan konsep dasar, pola sistem, tujuan, metode, dan materi kependidikan Islam yang disusun menjadi siatu ilmu yang bulat.
Dengan kata lain ilmu pendidikan Islam dalam teori-teorinya mengandung kesesuaian ( konformitas ) pandangan dengan teori-teori dalam ilmu pedagogik terutama yang menyangkut anak didik, pendidik, alat-alat, dan cita-cita, sehingga tampak jelas bahwa dalam teori kependidikan Islam terkandung nilai-nilai ilmiah pedagogis yang absah dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya dunia ilmu pendidikan.
3 Persyaratan Ilmiah Bagi Ilmu Pendidikan Islam
Persyaratan ilmiah ilmu pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
a. Memiliki objek pembahasan yang jelas dengan corak khas kependidikan yang ditunjang berbagai ilmu pengetahuan lain yang relevan.
b. Mempunyai pandangan, teori, asumsi, atau hipotesis yang bercorak kependidikan dan bersumberkan ajaran agama Islam.
c. Memiliki metode penganalisisan yang bercork kependidikan yang berdasarkan ajaran agama Islam.
d. Memiliki struktur devinitive yang mengandung suatu kebulatan dari bagian-bagian satu sama lain saling berkaitan sebagai suatu sistem keilmuan yang mandiri ( tidak bergantung kepada sistem keilmuan lain ).
Dalam merumuskan dan mengatur bahan-bahan pengetahuan tentang pendidikan Islam diperlukan sikap dan pandangan objektif serta pola pikir yang menyeluruh terhadap sasaran tugas pendidikan. Adapun tugas utama sasaran pendidikan yang dimaksud adalah anak didik mulai usia dini hingga dewasa secara objektif berusaha dilihat oleh teori-teori psikologi pendidikan yang kemudian dipraktekkan oleh para pelaku aktif pendidikan.
3 Persyaratan Ilmiah Bagi Ilmu Pendidikan Islam
Persyaratan ilmiah ilmu pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
a. Memiliki objek pembahasan yang jelas dengan corak khas kependidikan yang ditunjang berbagai ilmu pengetahuan lain yang relevan.
b. Mempunyai pandangan, teori, asumsi, atau hipotesis yang bercorak kependidikan dan bersumberkan ajaran agama Islam.
c. Memiliki metode penganalisisan yang bercork kependidikan yang berdasarkan ajaran agama Islam.
d. Memiliki struktur devinitive yang mengandung suatu kebulatan dari bagian-bagian satu sama lain saling berkaitan sebagai suatu sistem keilmuan yang mandiri ( tidak bergantung kepada sistem keilmuan lain ).
Dalam merumuskan dan mengatur bahan-bahan pengetahuan tentang pendidikan Islam diperlukan sikap dan pandangan objektif serta pola pikir yang menyeluruh terhadap sasaran tugas pendidikan. Adapun tugas utama sasaran pendidikan yang dimaksud adalah anak didik mulai usia dini hingga dewasa secara objektif berusaha dilihat oleh teori-teori psikologi pendidikan yang kemudian dipraktekkan oleh para pelaku aktif pendidikan.

